React Native: Fitur dan Tips Penggunaannya

React Native: Fitur dan Tips Penggunaannya

Dari sekian banyak framework pemrograman  yang tersedia saat ini, react native merupakan salah satu yang cukup bagus sebagai rekomendasi. Kira-kira mengapa bisa demikian? Buat kamu yang masih pemula ataupun berpengalaman tapi belum familiar dengan yang satu ini maka mari simak pemaparannya dalam artikel berikut :

Apa Itu React Native ?

Expert App Devs menjelaskan bahwa react native merupakan framework berbasis Java Script yang masih berada dalam naungan Facebook. Biasanya framework ini digunakan  untuk melakukan pengembangan lebih lanjut pada aplikasi smartphone untuk Android maupun iOS.

Framework yang dibuat menjadi open source pada 2015 tersebut kini menjadi salah satu yang berprospek bagus. Ia mampu memberikan sejumlah manfaat untuk membantu kinerja developer menjadi lebih efisien. Manfaat apa sajakah itu? Jawabannya akan kamu temukan sebentar lagi

Manfaat Penggunaan React Native

Beginilah manfaat-manfaat yang akan kamu nikmati saat memakai react native sebagai fondasi untuk mengerjakan proyek pemrograman : 

1. Pengalokasian Biaya yang Lebih Efisien  

Kemampuan framework  yang diprakarsai oleh Jordan Walke ini untuk mengefisienkan biaya karena sifatnya yang lintas platform. Cukup dengan basis kode yang sama, program yang kamu buat sudah langsung bisa dijalankan di android maupun iOS. Jadi tidak usah repot-repot merangkai coding dari awal lagi. 

Selain itu juga  dengan react native apabila kamu mengembangkan aplikasi pada 2 sistem operasi yang berbeda tersebut, tidak perlu sampai membuat 2 tim development.  Dengan begitu kamu akan menghemat biaya untuk keperluan SDM.

2. Menjamin Pengalaman User yang Mulus

Salah satu manfaat terbaik berikutnya dari react native adalah kompetensinya memberikan pengalaman yang baik kepada user selayaknya aplikasi native. Lebih mantapnya lagi hal itu bisa kamu capai tanpa perlu bersusah payah mengoptimasi berbagai aspek   

3. Fleksibilitas yang Bagus

React native turut menawarkan fleksibilitas yang bagus, salah satu faktor yang membuatnya populer dalam skala perusahaan. Fleksibilitas ini ditunjukkan lewat framework yang memberikan ruang buat kamu :  

  • Melakukan iterasi program secara cepat 

  • Meluncurkan aplikasi secara beta test untuk melakukan uji coba  pada sejumlah user dalam skala kecil untuk memperoleh feedback

4. Mampu Terintegrasi Secara Mulus

Pada umumnya ketika kamu yang mau memakai aplikasi atau sistem baru ke dalam perusahaan yang sudah ada sistemnya sendiri maka kamu perlu mengintegrasikannya. Terkait prosedur inilah, react native begitu kompatibel untuk dipasangkan dengan berbagai macam library pihak ketiga dan plugin untuk menjaga kelancaran integrasi. 

Fitur Dari React Native

Angular minds menyebut bahwa , manfaat-manfaat yang sudah disebutkan di atas, framework berikut miliki tidak lepas dari adanya fitur-fitur penunjang di bawah: 

1. Fitur Modular dan Intuitif

Fitur yang akan mempermudah seorang developer untuk memahami hasil kerja developer lain dan  kemudian melanjutkannya. 

Kemudahan yang membuat fleksibilitas dalam tim pengembangan serta pembaruan dan peningkatan pada aplikasi web jadi meningkat . 

Ini juga berdampak bagi pihak yang bertugas untuk menguji program. Waktu yang mereka butuhkan lebih singkat waktu untuk menyelami logika pemrograman sehingga lebih cepat membuat skenario pengujian yang sesuai

2. Fitur Pengembangan Kecepatan Akses 

Menggunakan React membutuhkan waktu jauh lebih sedikit untuk memuat halaman aplikasi. 

Ini merupakan salah satu fitur penting yang ada di sini karena salah satu yang menentukan kepuasan user adalah berdasarkan seberapa kecepatan waktu akses.  

Kecepatan akses ikut menentukan seberapa bagus penilaian SEO dari mesin pencari google sehingga secara tidak langsung berpengaruh pada posisi di halaman pencari. 

3. Dukungan NPM Libraries 

Seringkali mengutak-atik set up framework menjadi hal yang memusingkan, khususnya bagi programmer pemula. 

Namun jika menggunakan react native, kamu pasti terbebas dari kondisi semacam itu. Alasannya karena adanya Node Package Manager atau NPM untuk instalasi yang mudah untuk penerapannya.

Tips Penggunaan React Native

Secara spesifik tips yang akan dibahas ini mengacu pada site point . Apa yang sebaiknya kamu lakukan untuk mengoptimasi react native pada beberapa aspek :

1. Tips Optimasi Penyeimbangan Animasi Antara Java Script Thread dan Thread Utama

  • Solusi 1 : Coba Pakai Native Driver

Native driver merupakan properti dari react yang berfungsi untuk membuat suatu elemen memiliki efek animasi pada aplikasi yang sedang kamu bangun. 

Ketika user mengatur nilai dari properti ini ke “true” maka framework akan melakukan render animasi pada thread utama. Akan tetapi jika thread utama ternyata masih sibuk dengan tugas lain, kamu masih bisa mengganti animasi ke thread java script. Caranya adalah dengan mengganti nilai ke “false”. 

  • Solusi 2: Memakai Interaction Manager

Kemungkinan akan ada situasi di mana baik itu thread JS maupun utama sama-sama sibuk. Misalnya karena aplikasi mungkin sedang mengerjakan API data, memproses sejumlah logika dan kemudian melakukan render pada user interface. 

Dalam kasus semacam ini, interaction manager bisa kamu manfaatkan. Pertama mulai dulu animasinya dan jika sudah selesai maka react native akan segera mengaktifkan interaction manager untuk mengeksekusi kode java script. Kode kemudian akan mengaktifkan API dan menampilkan datanya pada user interface.

2. Tips Menghindari Rendering Ulang yang Tidak Diperlukan

  • Solusi 1 : Membuat Memo Pada Komponen-Komponen yang Ada

React memo merupakan komponen tingkat tinggi yang react sediakan untuk mengoptimasi fungsional komponen lainnya. Caranya adalah dengan mencegah terjadinya render ulang. 

Jadi ketika kamu mengemas suatu komponen fungsional dengan react native maka secara otomatis akan langsung memetakan komponen itu ke dalam memo. Dari situ proses render ulang hanya terjadi apabila perintah yang diberikan mengalami perubahan. 

Jika perintahnya masih terus sama maka react langsung memakai ulang hasil sebelumnya. 

  • Solusi 2 : Coba Hindari Memakai Redux Data Saat Update Local State   

Mengupdate dengan redux data akan berujung pada komponen yang harus melewati proses render 2 kali. Pertama ketika redux data update dan lagi saat local state juga turut memperoleh update.  

Adapun cara menghindari terjadinya update semacam itu adalah dengan mengoptimalkan redux store secara langsung ke dalam user interface. 

3. Tips Mengoptimasi Gambar

  • Solusi 1 : Memakai Gambar WebP Supaya Tidak Terlalu Berat

WebP merupakan format gambar modern yang dikembangkan oleh google yang secara efisien mampu mengurangi ukuran gambar tanpa penurunan kualitas. Dengan begitu gambar akan lebih cepat ditampilkan tapi tidak sampai membuat mata user sakit.  

  • Solusi 2 : Menyimpan Gambar Dalam Cache Untuk Render Lebih Cepat

Konsepnya di sini kamu memanfaatkan mekanisme cache untuk sebelumnya menyimpan gambar yang akan ditampilkan. Hasilnya cukup signifikan untuk mengurangi kebutuhan mengambil gambar dari jaringan terus-menerus. 

Kamu bisa menyimpan cache URL suatu gambar memakai react-native-fast-image. Library langsung memunculkan gambar-gambar yang tersimpan di situ ke layar. 

Seperti itulah kira-kira kurang lebihnya konsep dari react native. Bagaimana sekarang? Apakah kamu mulai tertarik memakainya ?

Onlinekan Berbagai Projectmu di Jagoan Hosting

Siap untuk menghidupkan projek codingmu? Jagoan Hosting Indonesia siap membantumu mewujudkannya! 

 

Dengan fokus pada teknologi terkini seperti Golang, Node.js, Python, Git, dan Ruby, kami memberikan solusi Hosting Murah Terbaik yang tepat untuk menjalankan projek codingmu dengan lancar.

 

Di Jagoan Hosting, semua itu menjadi kenyataan. Dapatkan akses langsung ke teknologi terbaru dan jadikan projek codingmu sukses di dunia online!

FAQ

1. React Native dibangun memakai bahasa pemrograman apa ?

Framework ini memanfaatkan JavaScript, sebuah bahasa pemrograman yang telah dirilis sejak 25 tahun silam (tepatnya 1995)

2. Apa perbedaan React dan React Native?

React adalah pustaka JavaScript berisi komponen-komponen yang dapat digunakan kembali yang dirancang untuk membuat kerangka aplikasi, sedangkan React Native dirancang untuk membangun aplikasi seluler asli dengan komponen-komponen yang dapat digunakan kembali.

3. Apa itu props di React Native?

Props adalah sebuah mekanisme untuk mengirimkan data dari sebuah komponen ke komponen lainnya di React Native. Props dapat digunakan untuk mengirimkan data seperti string, angka, objek, array, dan lain-lain

 

Bagikan berita