REKOR MURI OLEH PELAJAR?

Artikel karya Zainu Nanda Kholishoh(X-TJA 1)

Di wilayahku terdapat kesenian Reog kendang, Reog kendang ini sudah ada sejak tahun 1978, kesenian ini berbeda dengan reog lainnya, dimana reog ini lebih mirip pada kumpulan penari jenis alat musik tifa atau jimbe yang dipadukan dengan kesenian jaranan, Reog kendang ini berawal pada masa colonial Belanda yang terdapat banyaknya para Gemblak dari kadipaten Sumoroto yang mencari jati diri di kota Tulungagung dengnan bekerja sebagai penambang batu marmer dan petani cengkeh.

Para Gemblak biasanya membuat alat musik sejenis ketipung yang hanya memiliki satu sisi untuk dipukul, untuk menghilangkan rasa capek setelah bekerja. Reog kendang ini menggambarkan tentang arak-arakan prajurit pasukan Kedhirilaya disaat mengiring pengantin yaitu Ratu Kalisuci ke Gunung Kelud untuk menyaksikan hasil pekerjaan Jathasura mengenai persyaratan yang diberikannya.

Pada suatu hari kakakku bertannya pada nenek, “Mbah, apakah ada cerita dibalik terbentuknya Reog kendang,? ucap kakak, dan nenekku menjelaskan bahwa Reog kendang sebenarnya menceritakan kisah tentang perjalanan para mantan Gemblak mencari jati diri, dan kegigihan para prajurit dari bantarangin ke kerajaan Daha,terutama para pembawa alat musik kendang yang sampai membungkuk dikarenakan kendangnya yang berat.

Reog kendang  di Tulungagung ditampilkan secara berkelompok, satu regu terdiri dari 6 orang penari dan masing-masing penarinya menari sambil meainkan kendang atau dhogdhog. Setiap kendang yang dibawa penarinya masing-masing memiliki jenis yang berbeda-beda, biasanya jenis kendang yang dipakai adalah (kendang kerep,kendang arang,kendang imbal,kendang keplak, dan kendang trinthing.

Reog kendang ini adalah tarian yang gerakannya lebih banyak pada kaki yang bergerak serentak di berbagai variasi, gerakan badan,pundak,leher dan kepala dan diikuti dengan ekspresi wajah yang ekspresif. Penari reog kendang memainkan kendangnya sambil enari dan diringi  musik yang selaras dengan tariannya. Gerakan Reog Kendang dibedakan menjadi beberapa jenis, diantaranya seperti gerak baris, gerak sundangan, gerak andul, gerak menthokan, gerak gedjoh bumi, gerak ngongak sumur, gerak midak kecik, gerak lilingan, gerak kejang dan gerak bari.

 

Reog kendang sudah sering di tampilkan dan juga di lombkan. Menurut informasi yang saya dapat, rekor muri Reog kendang dilaksanakan, pada hari Kamis tanggal 12 November 2015. Reog kendang Tulungagung berhasil memecahkan rekor muri, karena aksi para pelajar tulungagung sebanyak ±2.400 pelajar yang memeragakan gerakan tari reog kendang. Proses pemecahan rekor muri Reog Kendang ini dilaksanakan di halaman GOR Lembu Peteng Tulungagung. 

Acara itu berlangsung dari jam 14.00-16.00, acara itu juga dihadiri wakil gubernur Jawa Timur yang dulu yaitu bapak Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang datangnya mendadak. Bapak Saifullah Yusuf juga mengapresiasi tarian masal Reog kendang untuk tujuan pemecahan rekor muri. Pada acara tersebut, seluruh penari yang tampil dalam pertunjukan tarian masal Reog kendang itu adalah siswa-siswi dari berbagai jenjang pendidikan di Tulungagung.

Acara itu berjalan lancar dan berhasil memenangkan piagam rekor nomor 7.181 dari manager muri Sri Widayati. Hal ini merupakan suatu kebahagiaan tersendiri untukku dan untuk masyarakat kota Tulungagung, karena kesenian budaya di wilayahku bisa menggapai rekor muri dalam sejarah,  aku sangat bangga dengan kesenian budaya yang ada di wilayah ku karena bisa memecahkan rekor muri. Semoga kesenian budaya di wilayaku Tulungagung ini tidak akan luntur dan akan terus berkembang dan dilestarikan oleh para pelajar di zaman milenial sekarang ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan berita